Oleh: tettystak | Maret 18, 2008

Pencemaran Danau Toba, Penduduk Terancam Keracunan dan Lemah Otak

 

Danau Tobaku yang Malang ……
Simalungun (SIB)

danau1.jpgJika tidak ditangani serius, puncak pencemaran Danau Toba diprediksi terjadi tahun 2015 dan dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia, terancam keracunan. Akibatnya, ribuan penduduk di pinggiran Danau Toba bisa menderita lemah otakotak.jpg .

Hal itu dikemukakan Kepala Bapedalda Kabupaten Simalungun Ir Latif Nasution MSi, Kamis (13/3) menanggapi pencemaran Danau Toba. Pencemaran Danau Toba disebutkan meningkatnya kadar Nitrogen (NH–N3) bersumber dari protein baik yang terkandung pada pakan (pelet) ternak ikan peliharaan dengan sistim jaring apung (kerambah) atau sisa makanan dari restoran yang dibuang ke Danau Toba.

NH–N3 terpecah menjadi amoniak dan kemudian berubah menjadi Kalium atau Potas. Jika zat ini termakan, sangat membahayakan jiwa orang bersangkutan. Sumber pencemaran lainnya yaitu Ecoli berasal dari bakteri yang terkandung di dalam tinja manusia, sangat membahayakan kesehatan manusia. Dan, Total – coli berasal dari kotoran binatang (hewan)/manusia yang dibuang ke Danau Toba. danau2.jpgDanau Toba merupakan salah satu kawasan lingkungan hidup mempunyai flora dan fauna agentik. Dan, dari kawasan ini dikatakan akan terproses ancaman keracunan yang membahayakan kehidupan ribuan penduduk. Plankton–plankton yang sudah tercemar dikonsumsi hewan air (ikan) dan dengan sendirinya ikan tersebut akan mengandung bakteri berbahaya. Selanjutnya, mengkonsumsi ikan–ikan yang sudah mengandung bakteri itu dikatakan dapat mengganggu kesehatan bahkan membahayakan nyawa orang bersangkutan. Jelasnya, mengkonsumsi lebih banyak ikan–ikan yang sudah tercemar dapat membahayakan kesehatan manusia seperti stamina ketahanan tubuh menurun drastis, lemah otak serta lambat laun rapuh tulang.

Penanggulangan masalah pencemaran Danau Toba hendaknya dilakukan secara bersama seluruh Pemerintah Kabupaten di pinggiran Danau Toba bersama Pemprovsu. “Saya ragu, pencemaran Danau Toba dapat diatasi melalui kebijakan masing–masing Pemda. Tetapi, kelestarian Danau Toba akan dapat dipelihara apabila seluruh Pemerintah Kabupaten di sekitar Danau Toba bersama Pemprovsu membangun kerja sama,” katanya.

Menyinggung kegiatan usaha seperti pemeliharaan ternak di Kecamatan Purba, jaring apung di perairan Danau Toba diminta agar senantiasa menuruti peraturan memiliki amdal UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan/Upaya Pemantauan Lingkungan).

“Danau Toba sudah tercemar tetapi belum melampaui ambang batas toleransi. Saya meminjam pernyataan para ahli, menyebutkan puncak pencemaran Danau Toba bisa terjadi tahun 2015. Tanpa penanganan serius dapat mengancam keselamatan manusia,” tandasnya. Ia menyampaikan dukungannya terhadap upaya Pemprovsu mengundang Bapedalda dan Dinas Perikanan dari seluruh daerah Pemkab di sekitar Danau Toba. Pemkab Simalungun sendiri disebutkan telah mengirimkan Kabid APDL (Analisis Pencegahan Dampak Lingkungan) mengikuti pertemuan di Medan. (S4/y)


Responses

  1. Mari kita bangun Samosir yang maha indah itu… BTW.. telah dirilis forum samosir di gosamosir.com , gabung yah… thanks


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: