Oleh: tettystak | April 17, 2008

HUTAN TELE TERNYATA TETAP DIBALAK ….

Pesan : 😥
Kami sangat berharap menteri yang ngurus namanya Hutan … tolong segera turun tangan. Hutan yang selama ini kami banggakan jangan dibabat, hanya untuk kepentingan pribadi mengatasnamakan untuk kepentingan umum.

Minggu, (13/04), saya bertemu dengan dua orang pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir, di Rumah Makan Wong Solo, Medan.

Dalam pertemuan itu, terungkap, keduanya sudi dan berketetapan hati pindah atau meminta dipindahkan menjadi pegawai di Samosir karena kecintaan mereka kepada Kampung Halaman, dan apalagi karena Bupatinya adalalah mantan Kepala Dinas Kehutanan, yang dalam benak mereka, sebagai seorang yang ahli di bidang kehutanan pastilah dia akan membuat Samosir menjadi hijau.

Trus terang saja Lae, saya mau ke Samosir, karena saya tahu pak Simbolon itu ahli kehutanan. Tapi kenyataannya selama dia jadi Bupati, tidak satu pohon pun ditanamnya. Bahkan Hutan Tele pun akan dijualnya ke orang asing, ujarnya dengan wajah menunjukkan kekecewaan yang dalam.

Lho, mengapa kalian tidak protes?

Itulah. Kami tidak berkompeten untuk hal itu, karena bukan bidang saya dan lae ini, jawabnya.

Trus, apa betul, Hutan Tele tetap ditebang? Padahal saya sudah mendengar Cornel Simbolon, dan Bernard Limbong sudah ke sana dan meminta agar tidak ada negosiasi apa pun yang menyangkut Hutan Tele.

Sebenarnya saya tidak ingin memberi komentar. Tapi hati ini pedih. Saya ingin berteriak, namun saya terikat pada jabatan saya sebagai pegawai yang harus loyal pada atasan.

Kalau begitu kalian sama saja. Artinya dengan diam, berarti kalian mendukung keputusan Bupati.

Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Harapan kami masyarakatlah yang bergerak, dan kami siap untuk men-supply data, apapun resikonya. Tapi tolong tidak menyebut bahwa sumbernya dari kami. Dan kami berharap, bukan hanya Hutan Tele yang harus kita tolak pembabatannya. Tapi juga hutan-hutan lain yang berdekatan, termasuk apa-apa yang pernah diberikan Pemerintah terhadap TPL. Karena sebentar lagi, ijinnya itu sudah habis, dan sebenarnya inilah waktunya Pak Simbolon untuk melestarikan hutan, dengan tidak member ijin penebangan kepada siapa pun.

O, begitu. Kalau begitu kami akan bergerak dari Jakarta. Forum Pusuk Buhit Jakarta, telah berketetapan hati untuk menolak pembalakan itu. Apa pun resikonya. Termasuk nyawa, karena ini berkaitan dengan keberadaan anak dan cucu-cucu kita dikemudian hari. Kami akan bergerak, dan akan melibatkan semua masyarakat Samosir, dan juga warga Dunia. Samosir adalah paru-paru dunia, karena kalau dia rusak, maka ekosistem Bumi Manusia akan hancur. Anda tidak rela anak-cucu kita menderita kelak bukan, Lae?

Iya. Saya juga tidak mau dihujat oleh anak-cucu saya kelak. Bergeraklah. Kami siap men-supply data.

Oke. Mauliate di hamu na dua. Napuran tano-tano rangging-masironggo ngan, hami di Jakarta, hamu Samosir, tondita marsigomgoman, ate.

Nauli.


Responses

  1. Luar biasa, para penebang hutan itu. Dulu siapa yang menanamnya, puluhan bahkan beratus tahun lalu. Apa haknya menebang apalagi mengatas namakan kepentingan umum, kepentingan umumsiapa?!. Menurut saya bahkan pemerintahpun tak berhak menebangnya, pemerintah seharusnya memeliharanya supaya tetap lestari.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: