Oleh: tettystak | April 21, 2008

Menikah dengan Biaya Rendah, Kenapa Tidak?

http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/04/16/29/101197/menikah-dengan- biaya-rendah- kenapa-tidak 😀

SEGALA yang murah pasti diburu untuk dicari. Demikian pula halnya dengan menikah. Mengapa tidak merencanakan pernikahan murah dengan pasangan?

Mengikat janji sehidup semati dengan pasangan terkasih sudah di depan mata. Persiapan pun dilakukan untuk memberikan yang terbaik bagi para undangan.

Resepsi juga dapat menggambarkan bukti cinta Anda berdua. Namun, tak jarang yang terjadi adalah rasa gengsi yang membuncah apabila berhasil mengadakan pesta besar-besaran yang tentu dapat menguras isi dompet kedua keluarga.

Pernikahan menjadi ajang pamer kekayaan. Entah mengapa, sepertinya kultur kita demikian adanya. Lalu mengapa tak menggunakan prinsip ekonomi sebagai landasannya? Apalagi kalau minim bujet yang Anda alami, toh tak ada salahnya memangkas pengeluaran agar setelah menikah tidak ditagih oleh debt collector. Pasalnya, hari spesial tak selamanya identik dengan harga yang mahal.

Jangan lantas ciut dengan kenyataan, kalau dana yang terbatas tidak akan memberikan hasil yang maksimal dan memuaskan. Sebab, nyatanya dengan dana yang minim malahan ide-ide cemerlang banyak bermunculan. Jika Anda seorang yang realistis, bujet bukanlah hal utama dalam agenda pernikahan.

Ide brilian Anda bisa dibilang mengalahkan bujet yang selama ini dijadikan patokan oleh para pasangan calon pengantin. Pernikahan fantastis dengan dana yang murah adalah jawabannya.

Vicki Churchill, penulis artikel Cheap Wedding Ideas, mengatakan, sebagai permulaan benahilah biaya gaun pengantin, kue, tatanan rambut, tempat, dan segala sesuatu yang terkesan berlebihan.

“Memang menyenangkan mendapatkan segala sesuatu yang terbaik. Namun, secara mental tak jarang banyak pasangan dan keluarganya mengalami stres dan kekhawatiran dikarenakan putaran biaya pengeluaran yang tidak terkontrol,” tuturnya.

Apalagi biaya pernikahan yang mahal malahan akan membuat Anda dihantui oleh utang menggunung yang harus diselesaikan setelah perhelatan akbar selesai.

“Mengapa tak mengalihkan dana yang tidak perlu tersebut untuk membangun rumah dengan segala perlengkapannya, atau mempersiapkan diri untuk menimang buah hati yang membutuhkan biaya yang tak sedikit tentunya,” ujar pria yang juga pemilik Wedding Table Ideas ini memberikan saran.

Seyogianya, kedua belah pihak baik pihak perempuan maupun pria, sama-sama memberikan dana yang setara untuk melangsungkan pernikahan. Maka, merembukkan ide pernikahan murah dengan sanak keluarga merupakan ide yang terbaik. Pada akhirnya, Anda bisa menyelamatkan rupiah dengan memotong biaya pengeluaran yang nilainya besar. Tak ada salahnya bukan memakai aksesori warisan orangtua, atau membuat kue hasil kreasi keluarga. Walau membutuhkan tenaga ekstra, di balik itu semua manfaat yang dipetik amatlah setimpal.

Menikah dengan bujet yang murah merupakan alternatif bagi setiap calon pengantin yang ingin menunjukkan kemandirian serta tak bergantung pada orang lain. Selain itu, ide ini dapat membuat orang di sekitar menghormati tiap jengkal hasil keringat Anda dengan sikap yang bijaksana.


Responses

  1. Setuju …

    Tapi kalau dipikir biaya nikah yang mahal itu sebetulnya di Katering (pengalaman … :p) dan ini terkait dengan jumlah undangan.

    Berbeda dengan di Eropa (yang diundang nggak banyak, kalau nggak dekat banget …).

    Di Indonesia yang diundang sejubrek .. maklum, ya memang begitu tradisi dan budayanya ..

    Bagaimana dong ?? mungkin nggak sih kalau nikahan nggak ngundang undang

    Salam,

  2. Yang jadi sulit, pernikahan adalah percampuran dua budaya, jika ingin sederhana, kedua pasangan harus meyakinkan kedua orangtua untuk melakukannya.

    Dan di Indonesia, adalah kali terakhir orangtua melepas anaknya, makanya dalam adat Jawa ada acara siraman, yang artinya menyirami terakhir kalinya pada anaknya, juga ada acara suapan. Jadi, dulunya biaya pernikahan adalah merupakan tanggung jawab orangtua, tapi sekarang menjadi disederhanakan menjadi tanggung jawab keluarga…. serta acara disatukan. Dulu, resepsi pertama (akad nikah dsb nya) tanggung jawab keluarga pengantin putri, seminggu kemudian baru acara ngunduh mantu, ini tanggung jawab keluarga pengantin pria.

    Sulitnya adalah mengatur siapa yang TIDAK DIUNDANG…karena setelah resepsi banyak yang protes kenapa tak diundang. Dan masih banyak juga, yang merasa dekat, datang ke acara tanpa diundang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: