Oleh: tettystak | Mei 9, 2008

Angkutan Darat Bakal Kolaps …..

http://www.seputar- indonesia. com/edisicetak/ sumatera- utara/angkutan- darat-bakal- kolaps-2. html

MEDAN (SINDO) – Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 30% membuat perusahaan jasa transportasi darat terancam kolaps.

Mereka meminta diberikan subsidi agar tidak gulung tikar. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut Iskar Ismail mengatakan, bakal naiknya harga BBM bersubsidi akan memukul mereka. Untuk menaikkan tarif untuk menutupi biaya operasional dirasakan dia sangat tidak mungkin karena akan semakin membuat mereka terpuruk.

“Pengguna jasa kami kan kaum menengah ke bawah,jadi tidak mungkin kami menaikkan tarif,” ujar Iskar di Medan kemarin. Dia mengungkapkan, saat ini saja perusahaan jasa angkutan darat banyak yang kolaps akibat tarif murah yang diberlakukan maskapai penerbangan.“ Saat ini,bus MedanJakarta tak banyak lagi yang beroperasi karena penumpang lebih memilih naik pesawat,”katanya lagi.

Menurut Iskar, tarif bus tujuan MedanJakarta hampir Rp300.000, sedangkan tarif pesawat udara bisa Rp 550.000, dengan waktu tempuh jauh lebih singkat, yakni hanya 2 jam perjalanan. Sementara bus mencapai 3 hari.Kondisi ini sudah terjadi empat tahun belakangan ini. “Dengan tarif saat ini saja,angkutan darat sudah terpuruk. Jika kami naikkan lagi maka penumpang tidak akan ada lagi.

Kami akan tutup,” bebernya. Dia menjelaskan, beban biaya operasional yang mereka pikul sangat tinggi dengan banyaknya pungutan liar di perjalanan. Di samping itu, kondisi jalan yang rusak di sepanjang jalan lintas Sumatera mengakibatkan suku cadang (spare part) bus cepat rusak.

“Naiknya harga minyak akan diikuti kenaikan harga onderdil. Jadi, jika pemerintah menaikkan BBM, kami tak tahu harus memasang tarif berapa lagi,”tandasnya. Kepala Seksi Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut Thomas Andrian mengatakan, kenaikan BBM secara otomatis akan ikut menaikkan tarif angkutan darat. Misalnya, kenaikan BBM 2005 lalu,tarif angkutan darat naik 20%.Sejak saat itu pula,masyarakat lebih memilih angkutan udara.

Sebab, perbedaan harga antara kedua angkutan tersebut tidak terlalu mencolok. “Saat ini, biaya BBM mencapai 45% dari seluruh biaya operasional angkutan darat. Jika pemerintah menaikkan BBM, biaya BBM bisa mencapai 65%.Untuk menutupi ini, pasti perusahaan akan menaikkan tarif,”ucapnya.

Dia tidak menutup kemungkinan bakal tutupnya sejumlah perusahaan jasa angkutan darat seperti angkutan kota antarprovinsi (AKAP) dan angkutan kota antardaerah (AKDP). Sebab, masyarakat pasti lebih memilih naik pesawat daripada angkutan darat.Apalagi saat ini banyak maskapai membuka rute antar ibu kota provinsi. Thomas menambahkan, saat ini terdapat 1.712 armada AKAP dan 2.806 armada AKDP di Sumut.

Dari sektor jasa transportasi jenis ini, penyerapan tenaga kerja mencapai hampir 5.000 orang. Pada 2005 lalu,ketika harga solar masih Rp2.500 per liter, biaya untuk BBM angkutan darat masih 20% dari komponen biaya. Saat ini harga solar Rp4.500 per liter, biaya BBM naik menjadi 45% dari seluruh komponen biaya. Patokan harga terendah untuk angkutan darat di Sumut adalah Rp80 per penumpang per kilometer.

Sementara patokan tertinggi Rp120 per penumpang per kilometer. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur No 551/ 2873/k/2006.“ Pemprov Sumut akan merevisi patokan ini jika harga BBM naik,”katanya. Kondisi menyulitkan ini, lanjutnya, membuat banyak pengusaha tak sanggup membeli onderdil baru sehingga mencari jalan keluar dengan mengganti onderdil dari bus yang satu ke bus yang lain.

“Misalnya, seorang pengusaha yang memiliki delapan armada, dia akan mengorbankan dua armadanya agar onderdilnya bisa dipindah ke armada lain,”papar Thomas. Secara terpisah, Sekretaris Keluarga Besar Sopir dan Pemilik (Kesper) Sumut Israel Situmeang meminta pemerintah memberikan solusi bagi angkutan kota. Sebab, menaikkan tarif juga bukan solusi mengatasi naiknya biaya operasional akibat kenaikan harga BBM.

“Jika pemerintah menaikkan 30%, kami juga menaikkan tarif 30%.Tetapi itu bukan solusi.Sebab, saat ini saja penumpang angkutan kota sudah semakin berkurang,” ujar Israel. Untuk menaikkan tarif sangat dilematis. Sebab, tarif angkutan di Kota Medan yang masih Rp2.500 per estafet sudah dianggap kemahalan oleh masyarakat.“Apalagi BBM naik 30%, tarif akan menjadi Rp3.000 sampai Rp3.500, ”sebutnya.

Pihaknya pun meminta pemerintah memberikan subsidi bagi angkutan kota. Jika tidak, Kesper Sumut berencana menggelar aksi mogok. “Pemerintah harus subsidi. Bagaimana caranya, pemerintah boleh membuat SPBU khusus angkot ataupun penyalurannya oleh tim independen,” tandas Israel. Hal senada dikatakan Wakil Ketua Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM) D Sembiring.

“Kami akan mogok total jika BBM untuk angkutan turut dinaikkan,” ujarnya. Dia menambahkan, selama ini sopir yang menyubsidi penumpang. Pasalnya, tarif ongkos anak sekolah lebih rendah dari penumpang umum. Padahal, dalam peraturan, tarif semua penumpang disamaratakan yakni Rp2.500. “Kami juga baru mengadakan rapat dengan Organda dan Kesper.

Minggu ini kami akan menggelar rapat kembali,”ucapnya. Anggota Komisi D DPRD Sumut, Heriansyah mengatakan, pemerintah memang harus memberi subsidi bagi angkutan penumpang. Sebab, pengguna angkutan masih tergolong masyarakat bawah. “Pemerintah harus menerapkan kebijakan yang adil. Untuk kalangan atas boleh dinaikkan, tetapi untuk kalangan bawah harus ada pembedaan,”ujarnya. (watson manalu)


Responses

  1. Bisa saja skenario lain muncul, seperti dengan mahalnya BBM masyarakat enggan menggunakan mobil pribadi sehingga angkutan umum terutama darat menjadi promadona yang ujung-ujungnya kualitas pelayanannya membaik.
    Skenario seprti ini mirip yang terjadi di Jepang.
    Semoga aja negara kita juga seperti mereka,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: