Oleh: tettystak | Juli 28, 2008

Mencintai Tanpa Syarat …

Semoga menjadi renungan yang baik buat kita semua tanpa terkecuali ….

MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT ??? Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yang sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia ..

Apa yang diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali. Silahkan baca dan dihayati.

MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT

– – – sebuah perenungan – – –

Buat para suami baca ya….. istri dan calon istri juga boleh… dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun. mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang masih kuliah. Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yang sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya “sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka. “Anak-anakku…. ….. Jikalau perkawinan dan hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yang selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak suyatno merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita. “Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit ….”



Responses

  1. Saya ikut terharu dg tulisan ini, seandainya semua orang seperti Bp Suyatno, betapa damai dunia ini…( dibumi seperti di surga ).tidak ada perselingkuhan, poligami tidak kebencian….yang ada hanya damai,tulus tanpa syarat apapun……betapa bahagianya istri Bp Suyatno ini.

  2. renungan yang sangat mengesankan.Ini pelajaran bagi kita,cinta mudah diucapkan,sulit untuk penerapan,mudah untuk menyakitkan.

    Salam kenal…

  3. Hiks hiks… seandainya semua orang memiliki perasaan seperti Pak Suyatno..

    Salam kenal ya mbak, boleh ya aku sharing tulisan ini sama teman-teman..

  4. kalo gw mau poligami minimal istri gw 4 deh…he…

  5. sy ikut terharu juga dgr cerita ini.itulah yg namanya cinta yg tulus,walaupun apa yg terjdi,kita hrs tetap disampingnya,i sokong pengalaman cerita ini,utk terus bersabar n tempuhi hidup dgn tabah,ini smua hnya cobaan ,n tuhan mengerti,apa yg kita alami,ok,god bless u alwayssssssss.

  6. Airmataku menetes stlh membaca tulisan ini,krn rasi ku virgo aq sngt2 mengagungkan CINTA.tp aq sndr tlah ditinggalkan . . .

  7. Apakah ada lagi laki2 spt itu? Salut buat Bapak yang mengasihi istri begitu besar….

  8. gila, netes air mata g baca tulisan ini, klo di rumah sendiri pasti dah meledak tangis g,,terharu dengan ceritanya, bahagia masih ada org sebaik ini, seharusnya anaknya 12 biar dunia ini di penuhi oleh keturunan2 org ber hati baik Bapak Suyatno,,amin

  9. Saya sangat terharu… Saya bbrp kali membaca dan brbrpa kali juga meneteskn air mata, Yaaaa Tuhan ternyata msh ada manusia yg bnr2 memiliki cinta yg sebenar2nya Cinta! Ampunilah sgla kslhnya muliakanlah Dia dan satukanlah mrka selalu sampai ke sorga kelak shgga mereka mndptkan kebahagiaan yg abadi! Amiiiin 3x yRa!

  10. Apa hubungan Bp. Eko Pratomo dengan pak Suyatno?

  11. Bp.suyatno, anda Pria baik, suami dan ayah baik!!! Tuhan melihatnya.. Bapak, anda betul2 luar biasa!!!!! Saya salut!!

  12. amin…
    izin share ya…

  13. Cerita yang bisa kita jadikan inspirasi dalam hidup setiap kita……
    Salam kenal…Mr.Benz

  14. Saya tidak mampu berkata2 untuk memberi kesan atas sikap ksatria sejati yg telah dimiliki Pak Yatno. Semoga beliau akan menjadi inspirasi bagi perempuan dan laki2 di Indonesia, betapa cinta dan kasih sayang, jika dilakukan dgn tulus dan benar, akan memberikan kebahagiaan hidup yang sesungguhnya.

  15. Hebat and super hero man!!!

  16. Luar biasa sharing cerita ini,sangat berharga pelajaran yg terkandung di dalamnya..Tuhan memberkati Bp.Suyanto

  17. belajar dari pengalaman Bp. Suyatno

  18. sungguh hebat pak suyatno,kbanyakan orang punya keinginan spt itu tp ga sanggup menjalankan..

  19. Wah… Bener2 luar biasa…ke sabaran yg luar biasa…bpk sanggup mengalahkan ego diri sendiri…

  20. Semoga tulisan ini juga memberi inspirasi bagiku dan yang lainnya untuk lebih mencintai pasangan seperti cinta pak suyatno.

  21. Hidup bu lili

  22. salute,..menempeleng hati untuk yg namanya cinta,…universal sifatnya,…pak suyatno menilai pengorbanan cinta istrinya, sehingga dia pun menjadi rela berkorban demi cinta kepada istrinya,..yg penting kita melihat cinta dengan hati kita,..maka kita tak akan menghitung yg telah kita korbankan atas cinta tersebut,…hehehe,..mba riska,.maaf,..apakah ada cinta yg seperti itu kayaknya lebih tepat menurut sy,….maaf sekali lg lohh,..smoga akan bertambah banyak cinta seperti yg dimilki pak suyatno,..

  23. Seandainya semua cowok di dunia ini seperti bapak Suyatno,betapa indahnya dunia ini!!pasti hidup damai !!tidak ada kekerasan ataupun perselingkuhan!!

  24. Andaikan seluruh laki2 didunia begitu, wanita bs hidup tenteram…

  25. Ini br benar2 cinta sejati deh,wa salut nih sm pak suyatno,

  26. Smoga Allah menjodohkan aku dng lelaki yg spr P’Suyatno….

  27. Luar Biasa untuk Pak Suyatno… Semoga apa yg bpk telah lakukan mendapat berkah bagi bpk dan keluarga dan org2 yg membaca cerita ini. Amin..

  28. Semoga saya dapat mencontoh teladan
    Cinta sejati ini…dalam untung dan malang
    Dalam sehat dan sakit…semoga Tuhan
    Memberkati keluarga ini senantiasa..

  29. Aku selalu iri dengan pasangan yg saling mencintai, walau banyak cobaan dan airmata minimal mreka menjalaninya bahu membahu berdua

  30. Hal ini sama seperti yang terjadi pada keluarga saya.. Ibu saya terkena kanker dan dalam kondisi yang sama seperti dalam kisah ini. Ayah saya begitu setia menjaga dan merawat Ibu saya tanpa lelah sedikit pun. Bahkan di saat saya sebagai anak telah lelah, ayah saya tetap setia..
    Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi setiap laki-laki untuk memelihara cinta dan kasih pada pasangan yang telah dipilihnya sampai maut memisahkan..
    Begitu besar cinta ayah pada ibu saya..
    Dan itu merupakan kisah cinta yang sungguh luar biasa..

  31. Semoga apa yang Bapak lakukan adalah tabungan akhirat yang akan dipetik di akhirat kelak sebagai penghuni Surga bersama istri yang bapak kasihi dan menjadi Teladan bagi bapak-bapak yang lain Amin

  32. Sy dukung perjuangan cinta pak suyatno.ayo terus sebar cinta d dunia yg haus akan ksh syng.

  33. Salut.andai didunia ini semua laki2 berpikiran seperti itu,tentramlah dunia.dunia menangis jika wanitanya teraniaya..

  34. Tuhan, tolong aku untuk mempunyai rasa cinta yg besar terhadap seluruh keluargaku, seperti Pak Suyatno mencintai istrinya…
    Hanya karena kasih karunia-Mu ya Tuhan… Aku dapat melakukannya…
    Terima kasih Tuhan…
    O:) »•*•※•*•※Ä♏έέέn※•*•※*•«…

  35. Ini ♈ªʼnĝ namanya True Love. Susah cari bandingannya. Jempol Άjă dech buat bapak.
    I

    Wah jempol Άjă dech buat bapak. Kayaknya hanya mother Teresa Άjă ♈ªʼnĝ ßΐ$α nandingin.
    I

  36. Sungguh luar biasa cinta pak suyatno,semoga msh ada lelaki seperti itu dan semoga ak pun berhati seperti bapat suyatno

  37. Lebih baik mengoreksi diri yang benar, bukan mengoreksi pasangan kita terus menerus.
    Kita tidak bisa mengubah seseorang, kita hanya bisa mengubah diri kita sendiri

    CINTA selalu MENANG

    Tuhan Memberkati anda sekalian

  38. Seandai ny pacar ku mengerti kalo aku akn mncintai dia ap ad ny spti bpak suyatno,apakah dia bisa lbih menghargai ku skrg……?

  39. Kisah cinta sejati yang Bapak dan Ibu miliki membuat saya sangat terharu dan doaku selalu untuk Bapak dan Ibu…

  40. Sangat luar biasaaa…buat Bapak Suyatno ini adalah pria jempolan sy sangat salut banget buat Bapak. Kayak udah jarang banget tuuuh…untuk ukuran sekarang sulit di ketemui orang seperti Bapak Suyatno. Salam kenal buat Bapak Suyatno siapa tahu suatu saat kt bs ketemu.

  41. Saya setuju dgn komentar DJ on diatas, yg isinya:

    “Apa hubungan Bp. Eko Pratomo dengan pak
    Suyatno?”

    Jgn2x hanya fiktif, byk yg keluar air mata jahhhh….

    Diboongin si pasaribu hahahaha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: