Oleh: tettystak | Maret 4, 2009

Batu Ginjal

Informasi atau Artikel ini saya dapat dari majalah XO extreme shot, jika ada pertanyaan silahkan kirim ke email : redaksi@xotabloid.com dengan subjek : Health.

Trima kasih semoga bermanfaat, GBU

ginjal1

Ginjal merupakan organ penting, tapi tak banyak orang yang mengenal secara mendalam. Ini disebabkan tingkat kepedulian masyarakat untuk mengetahui ginjal yang memiliki kontribusi besar dalam tubuh masih rendah.

Ginjal berfungsi mencuci darah dan membuang sisa-sisa metabolism tubuh yang tidak terpakai lagi dengan media air. Tanpa ginjal tubuh akan keracunan oleh sisa metabolism. Ginjal juga berfungsi mempertahankan jumlah cairan di dalam tubuh, sehingga keseimbangan cairan tubuh dapat terjaga.

Ginjal juga organ yang berfungsi sebagai alat filtrasi, mengeluarkan kelebihan garam, air, dan asam. Serta membuang atau mengatur elektrolit seperti K, Ca, Mg, PO4, membuang sisa metabolism tubuh, dan bertugas melakukan sekresi untuk menghasilkan EPO yang berfungsi untuk mengatur Haemoglobin darah (HB), aktivasi vitamin D untuk kesehatan tulang, serta mensekresi rennin untuk mengatur tekanan darah.

Penyakit ginjal yang diderita oleh manusia itu terbagi menjadi penyakit ginjal akut, penyakit ginjal kronik dan gagal ginjal. Pada kasusu gangguan prerenal disebabkan oelh gangguan pembuluh darah sebelum masuk ginjal, yang ditandai dengan hipovolemia, sindroma hepatorenal, gangguan pembuluh darah, dan sepsis sistemik.

Kerusakan pada jaringan ginjal disebabkan oelh ragun-racun yang masuk melalui mulut, penghancuran jaringan otot. Sementara hemolisis disebabkan oelh berbagai penyakit seperti penyakit sickle-cell dan lupus. Berbeda dengan glomerulonefritis akut yang banyak disebabkan oleh SLE, kuman streptokokus akibat infeksi tenggorokan maupun gigi dan sebagainya.

Guna menjawab permasalahan tersebut, maka racun-racun harus dihindari agar tidak terjadi kerusakan ginjal seperti menghindar jamu atau herbal yang tidak diketahui mekanismenya. Pengobatan yang dilakukan tanpa konsultasi dokter (misalnya penggunaan AINS atau Ibuprofen, antibiotic golongan aminoglikonsida dan kontras), mengonsumsi obat-obatan kanker atau kemoterapi, dan imunosupresan juga sebagai pemicu lain yang menyebabkan penyakit ini.

Penghancuran jaringan otot ginjal yang meluas dapat disebabkan oleh kecelakaan, luka tusuk besar, penggunaan obat-obat jenis statin, stimulant dan sebagainya. Pada tahap post renal, urin yang akan terhambat oleh adanya batu ginjal , kanker, batu, darah yang mengumpal pada saluran kemih, penyakit persarafan kandung kemih, seperti Spina Bifida.

Gangguan post renal ditandai dengan nyeri perut dan diare, capek, lemas, mual dan muntah, sulit berkonsentrasi, produksi urin menurun, serta edema. Pengobatan ginjal akut dapat dilakukan dengan melakukan konsultasi dengan ahlinya (nefrologist atau urologist), baik dengan penyembuhan primer maupu sekunder.

Berbeda dengan PGA yang terjadi dalam hitungan hari atau minggu, penyakit ginjal kronis (PGK) memiliki proses yang lebih lama. Penyebab PGK antara lain glomerulonefritis, ginjal polikistij, infeksi, autoimun, dan sebagainya. Seringnya menggunakan atau tanpa konsultasi dokter mengonsumsi obat-obatan asetaminofen, ibuprofen dan teh pelangsing dapat juga memicu penyakit ini. Untuk mengukur kondisi kesehatan ginjal dapat dilihat dari kadar kreatinin, ureum, protein urin, HB, dan klirens kreatinin.

Gagal ginjal dapat dicegah melalui pemeriksaan kesehatan (medical check up) rutin, termasuk pemeriksaan urin dan darah. Mengonsumsi air yang cukup, menghindar konsumsi jamu atau herbal yang tidak jelas, menghindari konsumsi obat-obatan sembarangan, serta segera mengoreksi gangguan ginjal seperti batu, prostat dan sebagainya.

Batu ginjal, atau lebih tepat disebut batu pada saluran kemih, adalah batu yang terbentuk akibat sisa-sisa metabolisme tubuh yang membentuk Kristal dan mengendap dalam saluran kemih kita, mulai dari ginjal, ureter sampai kandung kemih. Kristal yang ditemukan biasanya dapat mengandung Kalsium, Oksalat, Fosfat, Urat dan jarang sekali Sistin.

Secara garis besar, batu saluran kemih dapat berbentuk karena sisa metabolism yang meningkat, suasana dalam urin itu sendiri (baik asam ataupun basa), jumlah urin yang sedikit, sehingga urin menjadi pekat.

Gejala penyakit batu ginjal adalah nyeri pada pinggang, kencing berdarah, nyeri perut dan nyeri pada buah zakar. Tujuan diet untuk penyakit ini adalah mencegah pembentukan batu saluran kemih.

Untuk pencegahan batu salauran kemih :Mengurangi konsumsi makanan sumber kalsium, Oksalat, Fosfat maupun urat

1. Sumber kalsium : susu, produk hasil susu, ikan teri

2. Sumber Oksalat : sayuran hijau, kentang, ubi, anggur, coklat, teh.

3. Sumber Fosfat :  susu dan daging.

4. Sumber Urat : jerohan, melinjo, jamur, bayam, asparagus, brokoli, kacang-kacangan. Dalam bentuk kering.

Kata mengurangi disini perlu di garis bawahi, dalam arti bukanberarti tidak boleh makan-makanan yang disebutkan di atas, melainkan dikurangi konsumsinya, karena seperti kita tahu, makanan yang disebutkan di atas juga merupakan sumber gizi yang baik untuk tubuh kita.

Minum air putih 2-3 liter perhari, minum iar dilakukan sedikit-sedikit, namun agar produksi urin dapat berkesinambungan. Dengan diet yang tepat dan minum air putih yang cukup, akan memelihara fungsi ginjal dan mencegah terjadinya penumpukan sisa-sisa metabolism, sehingga penyakit batu ginjal atau batu saluran kemih dapat dicegah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: